Subscribe:

Selasa, 29 Maret 2016

Juknis PIP 2016



Upaya  pemerintah  dalam  hal  memberikan  kemudahan  mengakses  pendidikan kepada masyarakat terus digulirkan diantaranya melalui beasiswa siswa berprestasi dan bantuan bagi siswa  dari  keluarga  tidak  mampu.  Pemerintah  melalui  Kementerian Agama  dalam penyelenggaraan  Pendidikan Islam melaksanakan  Program Indonesia Pintar  (PIP) untuk siswa madrasah. 

Program Indonesia Pintar adalah program pemberian bantuan tunai kepada seluruh anak usia sekolah  yang  berasal  dari  keluarga  kurang  mampu.  Penerima  manfaat  Program Indonesia Pintar  akan  mendapatkan  Kartu  Indonesia  Pintar  (KIP)  sebagai identitas/penanda  penerima manfaat.  

Pada  tahun  2016,  Kementerian  Agama  merencanakan  mencetak  Kartu Indonesia Pintar  (KIP)  sebanyak  ±  1.377.253  kartu  bagi  siswa  madrasah  sebagai siswa  calon  penerima manfaat Program Indonesia Pintar  yang akan diberikan kepada peserta didik pada MI, MTs dan MA. 

Berikut ini juknis PIP Tahun Anggaran 2016 beserta berkas lainnya ; (silahkan download)

Rabu, 23 Maret 2016

Perpustakaan




Perpustakaan Sekolah merupakan semua perpustakaan yang ada atau diselenggarakan di Madrasah/Sekolah baik itu MI/SD, MTs/SMP, MA/SMA sampai Perguruan Tinggi. Sebagaian besar buku perpustakaan sekolah terdiri dari koleksi buku-buku pelajaran atau bacaan yang dapat menunjang proses pembelajaran. Tujuan adanya perpustakaan yaitu untuk meningkatkan minat dan kebiasaan membaca. Namun tidak sama dengan perpustakaan pada umumnya perpustakaan Madrasah/Sekolah tujuan utamanya adalah  untuk belajar atau menambah wawasan dalam bidang ilmu pengetahuan. 


Pemakai fasilitas perpustakaan sekolah yaitu orang yang berada di lingkungan Madrasasah/Sekolah tersebut baik itu siswa atau Tenaga Pendidik (guru). Perpustakaan sekolah mempunyai tujuan yaitu untuk menunjang pelaksanaan program pendidikan seperti menanamkan atau membina minat anak untuk manarik minat dalam membaca. Perpustakaan sekolah merupakan hal yang sangat penting bagi pendidikan.


Perpustakaan di MI Al Falah Bulaksari masih sangat jauh dari standar dikarenakan masih kurangnya ruang kelas belajar bagi siswa, mungkin jika dikategorikan belum masuk kategori Perpustakaan, hanya tempat buku pelajaran, bacaan anak, buku referensi dan buku lainnya. Sudah berkali-kali Madrasah mengajukan Perpustakaan Dinas terkait (Kemenag dan Kemendikbud) namun sampai saat ini belum terealisasikan. 





PPDB Online 2016


Powered byEMF HTML Contact Form

Administrasi PPDB TP. 2016/2017



Dalam pelaksanaan kegiatan Penerimaan Peserta Didik Baru perlu dilengkapi dengan administrasi ataupun juknis  yang digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan maupun dalam kegiatan agar bisa berjalan dengan lancar sesuai dengan apa yang telah direncanakan.

Berikut ini adalah contoh administrasi / program kegiatan PPDB yang telah kami susun dan sudah dilengkapi dengan formulir pendaftaran yang sesuai dengan formulir pengisian aplikasi EMIS untuk mempermudah dalam penginputan data pada aplikasi EMIS.

Bagi yang membutuhkan contoh program PPDB silahkan klik pada tombol downlod di bawah ini dan silahkan sesuaikan dengan kebutuhan Madrasah masing-masing.

 Download Adm. PPDB
Download Adm. PPDB 



Minggu, 20 Maret 2016

Tupoksi Sie. Bid. Keagamaan


1.    Mengkoordinir kegiatan peribadatan harian, mingguan, dan bulanan;
a.  Kegiatan harian.
·      Hafalan Asmaul Husna dan Hafalan surat pendek sebelum KBM dimulai.
b.  Kegiatan mingguan.
·      Setoran Juz ‘Amma dari surah An Naba – Annas.
·      Jum’at amal bersama
c.   Kegiatan bulanan.
·      Melaksanakan kegiatan Ziarah kubur ke makam sesepuh Madrasah setiap Jum’at awal pada setiap bulannya.
·      Praktik Wudlu & Sholat setiap hari Rabu Kliwon.
2.    Memperingati hari-hari besar keagamaan;
3.    Melaksanakan perbuatan amaliah lainnya sesuai dengan norma agama;
4.    Mengadakan kegiatan lomba yang bernuansa keagamaan;
5.    Mengembangkan dan memberdayakan kegiatan keagamaan di
Madrasah.

Struktur Organisasi Madrasah

STRUKTUR ORGANISASI 
MI AL FALAH BULAKSARI
PERIODE 2015-2019


Sabtu, 19 Maret 2016

Program Kerja Waka. Humas


  1. Menggali dan menyalurkan aspirasi serta prakarsa mayarakat dalam melahirkan kebijakan operasional dan program pendidikan. 
  2. Meningkatkan tanggung jawab dan peran serta msyarakat dalam penye lenggaraan pendidikan. 
  3. Meningkatkan kerjasama yang harmonis dan dinamis dengan berbagai instansi terkait, baik secara vertikal dan atau horizontal. 
  4. Menciptakan suasana dan kondisi transparan, akuntabel dan demokratis dalam penyelenggaraan dan pelayanan pendidikan yang bermutu.
  5. Menggali peran serta masyarakat, orang tua, dan alumni dalam meningkat kan mutu layanan pendidikan. 
  6. Mendorong masyarakat, orang tua dan alumni dalam menjalankan fungsinya sebagai : advisory body ( pemberi pertimbangan ), supporting agency ( pendukung ), baik yang berwujud financial, pemikiran maupun tenaga kependidikan, controlling agency ( pengontrol ) dalam rangka transparansi dan akuntabili tas keluaran pendidikan, evaluating agency ( penilai dan pengawas ) terhadap kebijakan, program, penyelenggaraan dan keluaran pendidikan. 
  7. Meningkatkan tanggung jawab masyarakat, orang tua dan alumni dalam menghimpun dana dari berbagai sumber untuk kelengkapan sarana dan fasi litas pendidikan. Meningkatkan peran sebagai mediator antara pemerintah ( eksekutif ) dan atau legislatif dengan masyarakat sekolah.

Program Kerja Waka. Sarpras


  1. Penjelasan Program Kerja
  2. Terinventaris kebutuhan sarana prasana pendidikan dengan baik
  3. Terpelihara sarana prasarana pendidikan dan lingkungan
  4. Terpenuhi Sarana pembelajaran yang masih kurang
  5. Terwujudnya lingkungan sekolah yang bersih dan asri .
  6. Perbaikan Ruang Kelas secara bertahap
  7. Perbaikan Meja dan Kursi
  8. Penambahan Toilet Guru dan siswa
  9. Mengevaluasi keterlaksanaan program kerja untuk refleksi kegiatan tahun berikutnya.
  10. Tersusunnya Laporan hasil kegiatan pengelolaan sarana prasarana selama satu tahun
No.

KEGIATAN

TUJUAN
SASARAN
INDIKATOR KEBERHASILAN
PENANGUNG JAWAB/ PELAKSANA
BATAS WAKTU
SUMBER DAYA
KET
1.
Penyusunan Program Kerja Tahunan
Meningkatkan program kegiatan bidang sarpras
·         Rincian Program Kerja Tahunan
Terlaksananya Penjelasan Program Kerja
q  KS/Waka/PP Sarpras

Ö         

2


·          

q   

Ö         



Program Kerja Waka. Kesiswaan



1.     Membantu kepala Madrasah serta mewakili Kepala Madrasah Urusan
kedalam keluar jika kepala Madrasah berhalangan.
2.     Merencanakan dan melaksankan penerimaan siswaa baru
3.     Mengkoordinasi kegiatan Ekstra kurikuler.
4.     Melaksanakan bimbingan, pengarahan, kegiatan siswa dalam Rangka
menegakkan kedisiplinan dan tata tertib sekolah
5.     Melaksanakan pembinaan siswa secara berkala dan insidensil
6.     Memilih calon penerimaan bea siswa bagi siswa berprestasi dan bagi
siswa yang kurang mampu
7.     Pertemuan – pertemuan dengan sekolah dan instasi lain
8.     Memperingati hari – hari besar islam dan Nasional
9.     Melaksanakan pekerjaan insidentil yang lain.

Program Kerja Waka. Ketenagaan


1.      Menyusun rencana kerja yang berhubungan dengan administrasi sekolah
2.      Mengerjakan administrasi guru dan karyawan
3.      Mengerjakan data kepegawaian
4.      Mengerjakan kenaikan pangkat guru dan karyawan
5.      Mengerjakan administrasi untuk guru dan karyawan yang pensiun
6.      Mengajukan PAK dan Kenaikan pangkat karyawan
7.      Melaksanakan 9 K
8.      Merekap kehadiran guru dan karyawan
9.      Melaksanakan tugas-tugas yang lain bersifat insidental
10.   Membuat laporan pertanggungjawaban tugas kepada KepalaTata Usaha

Program Kerja Waka. Kurikulum



          A.  PROGRAM UMUM    
         1.   Menyiapkan format pembelajaran yang dibutuhkan Guru Mata Pelajaran      
         2.   Membantu kepala sekolah mengurus kegiatan kurikulum intrakurikuler dan ekstrakurikuler untuk setiap 
              guru bidang studi         
         3.   Menyediakan silabus untuk setiap  guru bidang studi  

          B.  PROGRAM POKOK   
     1.   KEGIATAN AWAL   
1.1.  Membantu Kepala Sekolah menyusun SK pembagian tugas mengajar guru         
1.2.  Menyusun jadwal pelajaran     
1.3.  Membantu Kepala Sekolah membuat SK pembagian tugas bagi tenaga kependidikan       
1.4.  Membagi/menetapkan kelas sesuai dengan program
1.5.  Menyiapkan absensi siswa yang dipegang oleh masing-masing guru bidang studi       
1.6.  Menyiapkan jurnal  kelas          
1.7.  Menyiapkan absensi masing-masing guru bidang studi

     2.   KAGIATAN HARIAN         
2.1.  Membantu Kepala Sekolah mengawasi KBM         
2.2.  Membntu Kepala Sekolah dalam meningkatkan suasana pembelajaran yang efektif dengan menetapkan disiplin belajar siswa     
2.3.  Membantu guru dalam mengatasi hambatan dalam KBM       
2.4.  Membantu Kepala Sekolah mengawasi kegiatan pendalam materi

     3.   KEGIATAN MINGGUAN  
3.1.  Memberikan laporan kepada Kepala Sekolah tentang pelaksanaan KBM selama satu minggu         
3.2.  Membantu Kepala Sekolah menyiapkan pelaksanaan upacara bendera setiap hari senin     
3.3.  Memberi laporan tentang kegiatan pendalaman materi selama satu minggu  
3.4.   Mengadakan pertemuan konsulidasi dengan masing-masing wakasek, guru BK dan wali kelas    

     4.   KEGIATAN BULANAN  
4.1.  Mengadakan rapat evaluasi pelaksanaan KBM dan ektrakurikuler         
4.2.  Membantu Kepala Sekolah dalam mengevaluasi kegiatan pandalaman materi bulan sebeblumnya     
4.3.  Mengadakan konsultasi dengan guru mata pelajarandan BK tentang kesulitan belajar dan absensi siswa  
4.4.  Membantu Kepala Sekolah dalam pelaksanaan ulangan harian bersama ( UHB )
4.5.  Membantu Kepala Sekolah dalam pelaksanaan Midle semester/UTS

     5.   KEGIATAN SEMESTERAN 
5.1.  Membantu Kepala Sekolah dalam pelaksanaan ulangan semesteran         
5.2.  Menyiapkan leger nilai raport semesteran yang bersangkutan     
5.3.  Membantu Kepala Sekolah mengawasi wali kelas dalam mengisi buku raport  
5.4.  Menghitung target kurikulum dan taraf serap masing-masing kelas pada setiap mata pelajaran
5.5.  Membantu Kepala Sekolah dalammengawasi pembagian buku raport
5.6.  Maembantu Kepala Sekolah dalam menyusun SK pembagian tugas guru semester genap
5.7.  Menyiapkan jadwal pelajaran Semester genap
ÿ Jurnal kelas semester genap      
ÿ Absensi siswa semester genap      
ÿ Absensi masing-masing guru bidang studi untuk semester genap

     6.   KEGIATAN AKHIR TAHUN 
6.1.  Membantu Kepala Sekolah dalam penyelenggaraan Ujian Sekolah/Madrasah        
6.2.  Mendampingi Kepala Sekolah dalam rapat penentuan kelulusan     
6.3.  Membantu Kepala Sekolah dalam memproses STTB dan SKHUS  
6.4.  Membantu Kepala Sekolah dalam pembuatan laporan peneyelenggaraan US
6.5.  Membantu Kepala Sekolah dalam mengevaluasi kegiatan selama satu tahun


     Mengetahui,                                                   Bulaksari,          Juli 2015
     Kepala Madrasah                                            Waka. Kurikulum



     MAKHAYUN, S.Pd.SD                                  WAHYU TRI ASTUTI , S.Pd. I
    NIP. - - - -                                                      NIP. 197905252007102006

Jumat, 18 Maret 2016

Mengajar dengan Metode “Game”

Sebuah permainan tak selamanya kurang baik jika dilakukan dengan tujuan mendidik dan memahamkan sesuatu, artinya untuk keperluan belajar. Bahkan justru sebaliknya, membubuhi belajar dengan sebuah permainan (game) akan menciptakan atmosfir menarik, baik di dalam kelas maupun di luar kelas.

Dalam proses pembelajaran di sekolah, guru sangat membutuhkan variasi mengajar untuk membungkus materi pelajaran agar siswa selalu tertarik untuk mengikuti setiap transfer materi. Di titik inilah mengajar dengan menerapkan metode game merupakan salah satu pilihan menarik bagi guru untuk meningkatkan motivasi dan ketertarikan siswa. Metode game diterapkan sesuai dengan materi apa yang akan disampaikan guru dalam proses pembelajaran.

Seperti contoh dalam mata pelajaran fisika tentang gaya dan tekanan, ketika diminta serius belajar, para siswa justru bermain-main sehingga mereka tidak mempelajari apa pun. Namun, ketika diminta untuk bermain, para siswa justru belajar banyak hal. Itulah yang membuat Bu Lathifah, guru fisika, memainkan sebuah game saat belajar materi gaya dan tekanan dalam ilmu fisika.

Dalam permainan ini, Bu Lathifah mempersilakan para siswa untuk masing-masing memegang botol plastik berisi air yang sebelumnya telah disiapkannya. Kemudian, para siswa memasang papan kecil yang bagian tengahnya dilubangi secara minimalis. Lalu, para siswa menuangkan air botol tersebut secara serta merta pada papan.

Aliran air sedianya lancar jika saja tidak dihalangi papan. Namun demikian, air tetap mengalir lewat lubang kecil di tengah papan tersebut. Setelah terus memperhatikan kondisi apa yang terjadi, air juga mengalir ke samping papan. Karena lubang yang sangat kecil membuat tekanan aliran air menjadi besar sehingga air tidak hanya mengalir ke lubang kecil, tetapi juga meluber ke samping papan.

Dari permainan ini, para siswa jadi memahami bahwa semakin besar tekanan air, ia akan memiliki banyak pola dan gaya untuk mengalir ke segala arah. Dari permainan yang dilakukan oleh para siswa tersebut, Bu Lathifah akhirnya menarik kesimpulan bahwa semakin besar tekanan suatu zat, maka gaya yang ditimbulkan juga semakin besar. Rumusan kesimpulan yang dipahami oleh siswa sendiri ini sesuai dengan hukum tentang gaya dan tekanan dalam fisika sesuai dengan yang dijelaskan oleh Bu Lathifah tersebut.

Menilik teori dari metode ini, game dalam kegiatan belajar mengajar adalah sebuah kegiatan bermain sambil belajar atau kegiatan belajar sambil bermain (Sigit Setyawan, 2013: 24). Nicholas van Neumann pada 1950-an melahirkan game theory yang merupakan lintas studi ekonomi dan komputer. Teori tersebut kemudian diformalisasikan oleh Jhon Nash yang kemudian dia mendapatkan Nobel pada tahun 1984.

Game dapat dibedakan menjadi dua, yakni game kolaboratif dan game kompetitif (Miller, 2008). Game kolaboratif membuat para siswa bekerja sama satu dengan yang lain, sedangkan game kompetitif membuat orang atau kelompok bersaing dengan orang atau kelompok lain. Dalam kegiatan pembelajaran, kolaborasi atau kompetisi dapat ditentukan oleh guru. Game yang sam atau jenis lain dapat digunakan, baik untuk kolaborasi maupun kompetisi.

Terkait dengan kegunaan, metode game ini bermanfaat, pertama agar siswa mampu bekerja sama dengan orang lain dan mengetahui, memahami, dan mempraktikkan peraturan, prinsip-prinsip, serta prosedur-prosedur. Kedua, agar siswa berkompetisi dengan orang atau kelompok lain untuk mengenali, mengatur, menyimpulkan, atau menilai tindakan atau hasil.

Game yang digunakan atau ditentukan oleh guru bisa game berbasis teknologi, bisa juga game tradisional seperti permainan sehari-hari yang dilakukan oleh anak-anak di rumah dengan memanfaatkan alat dan bahan yang mudah didapat. Setelah melakukan praktik metode ini, guru hendaknya jangan lupa melakukan proses evaluasi seberapa efektif metode ini diterapkan dengan matrik dan alat ukur tertentu. Selamat mempraktikkan!


Link Banner

EMIS ONLINE