Subscribe:

Senin, 26 Agustus 2013

Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-68


Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-68  di MI Al Falah Bulaksari tahun 2013 ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana para petugas Upacara pada tahun ini adalah Bapak/Ibu guru. Seperti gambar diatas, petugas pengibar bendera dari kiri ke kanan : Ibu Wahyu Tri Astuti, S.Pd.IIbu Reni MurtiniIbu Naimah Basoh, S.Pd.I 


Komandan upacara dipercayakan kepada Bapak Musofa Zaeni, S.Pd.SD dengan jabatan di Madrasah sebagai seksi Pramuka dan Olah raga


dari kiri ke kanan : Pleton paling kanan Bapak Misbahul MunirBapak Sakur, S.Pd.I, dan Bapak Burhanudin ( Kepala RA Al Falah Bulaksari )


Pembawa Teks pancasila dan Teks Proklamasi Bapak Khotim, A.Ma, Pembaca doa Bapak Rosidin dan Pembaca UUD 1945 Bapak Makhayun, S,Pd.SD (dari kiri ke kanan)


Pembawa Acara (MC) ditugaskan kepada Bapak Yasin Yusuf dan Inspektur Upacara Bapak Saefudin Zuhri

masih ada satu petugas lagi yaitu dirijen paduan suara kelas VI yang dipercayakan kepada Ibu Nurjanah, A.Md (guru RA Al Falah) (dibawah ini)



Masyarakat/wali murid pun antusias menyaksikan Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-68









Madrasah Harus mengikuti perkembangan Zaman




Menteri Agama Suryadharma Ali meminta agar madrasah selalu mengikuti perkembangan zaman dalam berbagai sisi dan menunjukkan keunggulan dibanding sekolah lain.

“Madrasah harus terus mengikuti perkembangan zaman, kita harus menanamkan sikap untuk mencapai lembaga pendidikan terbaik,” kata Menag di hadapan para guru dan kepala madrasah dalam Halal bil Halal dan Rembuk Guru Persatuan Guru Madrasah Jawa Barat di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB, Jalan Taman Sari Kota Bandung, Senin (26/08).

Rabu, 14 Agustus 2013

Pedoman HUT RI Ke - 68




  1. Logo HUT RI Ke 68
  2. Tema HUT RI Ke - 68 : Mari Kita Jaga Stabilitas Politik Dan Pertumbuhan Ekonomi Kita Guna Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat
  3. Pedoman Peringatan HUT RI Ke 68
  4. Doa Peringatan HUT RI Ke 68

Mengenang 17 Agustus 1945




Hari Jumat di bulan Ramadhan 1364 H, pukul 05.00 pagi WIB, fajar 17 Agustus 1945 memancar di ufuk timur. Embun pagi masih menggelantung di tepian daun. Para pemimpin bangsa dan para tokoh pemuda telah sepakat untuk memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia hari itu di rumah Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta, pada pukul 10.00 pagi. Bung Hatta sempat berpesan kepada para pemuda yang bekerja pada pers dan kantor-kantor berita, untuk memperbanyak naskah proklamasi dan menyebarkannya ke seluruh dunia . 

Memaknai Idul Fitri



Ketika mendengar kata Idul Fitri, tentu dalam benak setiap orang yang ada adalah kebahagiaan dan kemenangan. Dimana pada hari itu, semua manusia merasa gembira dan senang karena telah melaksanakan ibadah puasa sebulan penuh.

Dalam Idul Fitri juga ditandai dengan adanya ”mudik (pulang kampung)” yang notabene hanya ada di Indonesia. Selain itu, hari raya Idul Fitri juga kerap ditandai dengan hampir 90% mereka memakai sesuatu yang baru, mulai dari pakaian baru, sepatu baru, sepeda baru, mobil baru, atau bahkan istri baru (bagi yang baru menikah). Maklum saja karena perputaran uang terbesar ada pada saat Lebaran. Kalau sudah demikian, bagaimana sebenarnya makna dari Idul Fitri itu sendiri. Apakah Idul Fitri cukup ditandai dengan sesuatu yang baru, atau dengan mudik untuk bersilaturrahim kepada sanak saudara dan kerabat?.

Idul Fitri 1434 H




Segenap Guru dan Karyawan MI Al Falah mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H.
Taqoballahu mina waminkum Minal 'Aidin Wal Faizin.


( mata terkadang salah lihat mulut terkadang salah mengucap hati terkadang salah menduga dengan kemauan tulus suci dengan ikhlas mohon maaf lahir serta bathin )

Link Banner

EMIS ONLINE