Subscribe:

Rabu, 30 Oktober 2013

Mengenal Ulama Kharismatik KH. Najmuddin


Ada beberapa ulama yang tersohor di wilayah Banyumas diantaranya  Muhammad Habib (tahun 1778 – 1888 M) . Muhammad Habib adalah Pembuka desa Kebarongan dan sekaligus pendiri pondok pesantren Kebarongan, Kemranjen, Banyumas,.Muhammad Habib, seorang ulama yang berpengaruh di Dulang Mas (Kedu. Magelang, Banyumas). KH Muhammad Habib pernah pergi ke Makkah belajar dan mukim di sana selama dua puluh tahun. Kiai Haji Muhammad Habib wafat pada tahun 1888 M. Keturunan K.H Muhammad Habib pada saat ini banyak menjadi tokoh-tokoh yang tersebar di wilayah Jawa Tengah, seperti K.H Mustholih Badawi Cilacap yang pernah menjadi pengurus PBNU Pusat, K.H Najmudin Majenang (Kiai Kharismatik yang pengaruhnya sangat kuat sampai sekarang di Cilacap sebelah barat), K.H. Khasbullah Badawi (ketua dewan syuro PBNU Jawa Tengah dan sekaligus sebagai salah satu pendiri partai PKNU), KH Atho’urrahman Hisyam, KH Dzakiyul Fuad dan K.H Zuhrul Anam Leler (Kiai Kharismatik yang pengaruhnya sampai tingkat nasional). Dari Kebarongan sendiri keturunan beliau diantaranya KH Damanhuri (Putra tertua), KH abdullah Mukri (Putra), KH Abdullah Zawawi (Putra), KH Abdul Ghofir (Cucu), KH Asifudin Zawawi (Cucu), K.H. Fata Mukmin (Cucu Buyut dari KH Muhammad Habib dan Pengasuh Pondok Pesantren MWI Kebarongan yang meninggal tahun ini 2012) dan Muh Hikamudin Suyuti (Cucu Canggah dari KH Muhammad Habib).



Pondok Pesantren El-Bayan berdiri diawali dari rasa tanggung jawab terhadap kewajiban menyiarkan agama Islam di seluruh pelosok tanah air. Atas dasar tersebut K.M. Syuhud pada tahun 1930 mendirikan Masjid yang mempunyai fungsi ganda atau double role yakni untuk menjalankan ibadah mahdloh dan digunakan untuk tempat mencari ilmu/mengaji. Kegiatan tersebut mendapat respon positif dari masyarakat sekitar dan dalam perkembangannya berdirilah Pondok Pesantren Bendasari Majenang (PPBM). Setelah beliau wafat tahun 1954 pengelolaan pondok pesantren dilanjutkan oleh putranya yaitu K.H. Najmudin yang merupakan alumni pesantren Tebuireng, Jombang.



Seiring dengan laju globalisasi yang demikian pesat yang ditandai dengan derasnya laju informasi dan estafeta pimpinan, pengasuh pondok pesantren merasa perlu untuk lebih mengembangkan kembali kombinasi sistem pendidikan non formal dan formal, maka kemudian dibuat norma untuk mengatur seluruh kegiatan baik meliputi proses belajar mengajar, pengasuh yang kemudian menjadi dewan pengasuh, mengklasifikasikan santri dan peserta didik, hubungan antar masing-maing lembaga yang ada dan masih banyak lainnya yang kemudian diberi nama Norma Yayasan PP. El-Bayan.



Estafeta kepemimpinan pondok pada tahun 2002 dari K.H. Najmudin (wafat Februari 2002) dilanjutkan oleh kedua putranya, yaitu, KH. Imam Subky Najmudin alumni pondok Tebuireng yang notabene pencetus perubahan nama menjadi PP. El-Bayan pada tahun 1971 dan K.H. Mahsun Yusuf Najmudin alumni pondok Ploso Kediri.



Dalam penyelenggaraan pendidikan PP. El-Bayan mempunyai visi membentuk manusia yang bertaqwa dan berakhlaqul karimah dengan misi membantu masyarakat dalam mewujudkan generasi Islam yang berhaluan ahlisunnah wal jamaah yang terampil dan mandiri.


PP. El Bayan memanifestasikan Hablumminalloh wa Hablumminannas dalam tujuannya, yaitu menyebarluaskan ajaran Islam, berusaha melaksanakan pengembangan jalur pendidikan agama Islam, yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan masyarakat atau umat terhadap pendidikan keagamaan.

PP. El Bayan yang terletak didusun Bendasari desa Padangsari kecamatan Majenang kabupaten Cilacap Jawa Tengah, secara geografis memang jauh dari pusat pemerintahan kecamatan maupun kabupaten. Namun demikian, dari tahun ketahun dibawah asuhan Al Maghfurlah KH. Najmuddin terus melakukan perbaikan. Bahkan Santri tidak hanya diberi pelajaran agama saja tetapi berbagai keahlian dan ketrampilan.

Sepeninggalan KH. Najmuddin , PP. El Bayan telah terjadi perubahan sistem kepemimpinan, dari kharismatik menuju kesebuah dewan. Dewan Pengasuh tersebut terdiri dari KH. Imam Subky Najmuddin, KH. Mahsun Yusuf Najmuddin, KH. Maulan Ibrahim, KH. Drs. Muhammad Marda al Hafidz, KH. Drs. Fathul Aminuddin Aziz MM., Ky. Ulin Nuha, ST., KH. Muhammid Shofari, dan KH. Mukhlas ‘Adnan.

Penanganan pendidikan di Ponpes El Bayan juga disepealisasikan dengan membentuk tim-tim khusus. Tim khusus tersebut meliputi tim Al Qur’an, tim Kitab Kuning dan tim Alat. Beberapa pembaharuan juga dilakukan seperti memberdayakan grassroot (Santri) dalam memilih kepala madrasah. Para calon datang dari usulan suara para Santri.

Ponpes El Bayan memiliki dua lembaga pendidikan, yaitu Formal dan Non Formal. Pendidikan Formalnya meliputi, Taman Kanak-kanak (TK), Madrash Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Kejurun (SMK) Komputama dan LPK IKMI Majenang. Sedangkan pendidikan Non Formal, meliputi, Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ), Madrasah Awaliyah (SP), Madrasah diniyah Wustho, Madrasah diniyah ‘Ulya, pengajian Kitab Kuning baik Sorogan maupun Bandungan, Klasikal maupun Muhafadzoh, Tahfidul Qur’an, dan Kegiatan Kemasyarakatan, yang meliputi, Pengajian Reboan, Itihadul Mubalighin Al Islami (IMA), Jam’iatul Quro Wal Hufadz (Al Imdad), peduli korban bencana alam, tadarus kematian, dan lain-lain.

Kegiatan ekstra Santri yang dikembangkan meliputi Jam’iyyatul Hadhroh, Tari Saman, Kursus menjahit, Kaligrafi, Al Qur’an Bittaghoni, dan Kursus Komputer menggunakan Laboratorium Komputer pesantren yang cukup memadai. Pada moment tertentu Santri juga mengadakan acara Seminar atau Halaqoh dengan tema tertentu, seperti Pendidkan, Al Qur’an, Budaya dll.

Berbagai macam badan usaha juga telah dibentuk di pesantren ini guna menghasilkan santri berkualitas sekaligus seorang Entrepreneur muda. Mulai dari Koperasi Santri, Kopersasi Madrasah, El Bayan Copy Center, Komputama Radio hingga CTV (Computama TV).

sumber :
  1. http://elbayan.webs.com/
  2. http://hikamudin.blogspot.com/
  3. http://khoiruddin.com/ dari Majalah Fadilah

0 komentar:

Link Banner

EMIS ONLINE